minggu
di bawah terik sinar mentari
ku tapaki tepi pantai yang penuh dengan bebatuan
aku tak peduli dengan luka yang ada di kaki
pedih karena tergores bebatuan runcing
berdarah dan sangat sakit ketika air laut membasahinya
sakit yang ku rasa ini tak sebanding
dengan sakit yang aku rasakan di hati
rasa sakit yang tidak asing lagi untuk ku
senin
di sebuah ruangan ku menyepi
aku lantunkan beberapa lafal
saat ku sendiri ku ingin hadirnya cinta
saat ku tertawa ku ingin bersama cinta
di saat ku sepi ku ingin pelukan cinta
saat ku bertanya ku ingin jawaban cinta
saat ku menangis ku ingin cinta peduli
saat ku bahagia ku ingin karena cinta
lalu tiba-tiba sang pangeran datang
ia hadir dengan senyuman
aku pun bahagia
namun tak lama kemudian
seseorang yang pernah ada di hati pangeran
menghampiri kami berdua
sedih hati ketika melihat mereka berdua
pedih rasanya saat ku harus mendengarkan mereka bercanda
aku hanya bisa diam,tutup mata dan tutup telinga
ingin aku rasanya pergi dari sini
namun itu akan membuat kesan bahwa aku benci mereka
aku tak boleh egois
aku bahagia ketika pangeran bahagia
sekuat tenaga aku menahan air mata
ku biarkan mereka menjadikan nama ku sebagai topik pembicaraan
aku semakin ragu akan semua ini
haruskah aku tetap mempertahankannya?
sementara di undang-undang telah tertulis dengan jelas
AKU DI LARANG MENCINTAINYA!!!
aku tahu dia masih mencintainya
tak seharusnya mereka berpisah
apalagi karena aku
aku semakin bersalah
dan aku semakin sadar
tak seharusnya aku berada di sini
kini aku memilih pergi dan berusaha untuk tak kembali
maafkan aku pangeran...
=) REY (=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar